Rabu, 03 April 2013

Pada Hati Mana Cinta ini Akan Bermuara???

Ehheemmm… Jadi setelah galau karena hubungan yang dijalin dengan mas *** kandas lalu dilanjutkan dengan di PHP-in sama mas ***** terlewati, sekarang sudah mulai bisa move on lagi. Harus donk!!! Setelah mewek-mewek, gak doyan makan, sampai bingung mau ngapain bisa terlewati, sekarang waktunya membuka lembaran baru. Memulai sesuatu yang baru, contohnya sekarang lebih sering pergi ke Gramedia soalnya bisa baca buku gratis, lalu beberapa kali nongkrong di J-Co sambil nyruput hot Choco (padahal dulu gak pernah sama sekali). Hahaha...
Bulan lalu, waktu liburan stase juga sempet diajak jalan-jalan ke Bandung sama Mbak Fajar. Mbak Fajar sibuk meeting, aku sibuk jalan-jalan sendirian di Bandung. Naik turun angkot, keluar masuk factory outlet, sampai ke Trans Studio Bandung juga sendirian. Asyik tapi kurang seru, karena gak bisa foto-foto. Next time semoga bisa jalan-jalan ke Bandung lagi J
So??? Keadaan “hati” sekarang bagaimana nih???
Harus bilang eheeemmm lagi nihhh… (nulis sambil mesam-mesem)
Hidup harus tetap berjalan. Iya, harus tetap berjalan apapun yang terjadi. Tetap fokus dengan kuliah profesi karena masih ada beberapa stase yang harus dilewati. Tapi masih nungguin Mas yang tepat juga buat datang. Datang dengan keceriaannya, mengubah duniaku jadi indah lagi.
Tiba-tiba muncul pertanyaan, “Mas sekarang ada dimana? Sama siapa? Lagi nyariin aku juga atau sibuk dengan yang lain?”
“Dimanapun Mas berada, jaga diri baik-baik. Iya, aku nungguin sampai Mas datang.” (tiba-tiba sedih karena gak tahu ini lagi ngomong sama siapa?)
Jadi, pada hati mana cinta ini bermuara? Aku pun gak tahu jawabannya. Pasrah dan tetap berdoa untuk yang terbaik. Tetep semangat dalam pencarian belahan jiwa.

Sabtu, 23 Maret 2013

ANALISIS JURNAL COMPARISON OF THE BREASTFEEDING PATTERNS OF MOTHERS WHO DELIVERED THEIR BABIES PER VAGINA AND VIA CESAREAN SECTION : AN OBSERVATIONAL STUDY USING THE LATCH BREASTFEEDING

Masuk ke stase maternitas selama 4,5 minggu. 3,5 minggu harus dihabiskan di RSUD Banyumas dan 1 minggu di RSUP Sardjito. Salah satu tugas distase Maternitas adalah analisis jurnal. Setelah memilih-milih dari banyak jurnal maternitas lalu dikonsulkan dan akhirnya jurnal yang berjudul "“Comparison of the breastfeeding patterns of mothers who delivered their babies per vagina and via cesarean section: An observational study using the LATCH breastfeeding charting system oleh Havva Cakmak (Kent Hospital Neonatal Unit, Izmir, Turkey), Sema Kuguoglu (Pediatric Nursing Department, Marmara University College of Nursing, Istanbul, Turkey)" yang terpilih.
Ini sebagian review dari analisis jurnal tersebut : 
     Ibu yang melahirkan melalui operasi caesar terkadang menyusui bayinya dalam posisi yang kurang nyaman dan bayi menjadi tidak puas dalam menyusu dan mereka cenderung menunda untuk memulai menyusui karena adanya efek anestesi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya depresi perilaku yang disebabkan oleh kerja analgesik, terutama dalam kasus dimana interval dosis dari analgesik yang pendek, akan mengakibatkan tertundanya proses menyusui oleh ibu akibat ketidaknyamanan. Ibu terkadang menghadapi kesulitan, perasaan lelah, sulit tidur, dan masalah lain dalam hal menyusui.
Data dari riset kesehatan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa pada umumnya inisiasi menyusi dini pada bayi di Turki tertunda. 54% bayi menyusui dalam 1 jam pertama setelah lahir. Alasan inisiasi menyusui itu selambat-lambatnya dalam 2 jam pertama dalam studi ini adalah karena bayi yang diambil sebagai subjek penelitian adalah bayi sehat, staf rumah sakit unit neonatal adalah staf yang sensitif terhadap manfaat pemberian ASI, dan fakta bahwa rumah sakit sendiri adalah rumah sakit yang dicalonkan sebagai rumah sakit yang ramah terhadap bayi dan menjadi kandidat yang diusulkan WHO menjadi rumah sakit yang fasilitasnya menunjang dalam keberhasilan menyusui.
      Jensen et al. (1995) mengembangkan konsep dan sistem evaluasi LATCH ketika mereka menyadari bahwa dalam studi mereka para ibu tidak mengetahui teknik menyusui yang benar dan bahwa penilaian yang dilakukan oleh perawat menyusui tidak sepenuhnya menjelaskan dan mengklasifikasikan masalah yang harus ditangani. Dengan sistem LATCH, perawat dapat menilai variabel ibu dan bayi, menentukan kebutuhan untuk intervensi, dan mengatur prioritas untuk perawatan pasien dan instruksi yang harus dilaksanakan. 
    Dalam penelitian ini, penilaian Sistem Charting LATCH dari ibu yang melahirkan melalui pervaginam dan dengan operasi caesar menunjukkan bahwa rata-rata tercatat titik untuk pertama, kedua dan ketiga pada sesi menyusui menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam mendukung ibu yang telah melahirkan secara pervaginam. Beberapa literatur menunjukkan bahwa kelahiran melalui operasi caesar banyak memberikan dampak negatif dan mempengaruhi keberhasilan dalam menyusui. Ibu yang melahirkan secara pervaginam memiliki skor total yang menyusui lebih tinggi dari ibu yang mengalami kelahiran sesar.


nah, kalau masih penasaran dengan isi jurnalnya mulai dari tujuan, metodologi, partisipan, sampai dengan pembahasannya silahkan cari jurnal tersebut dan dibaca sendiri :-)

Selasa, 05 Maret 2013

Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 - 18 Tahun Rekomendasi IDAI 2011

Sekarang sedang berada di stase anak dan karena sebentar lagi akan ujian stase anak jadi siap-siap belajar tentang imunisasi.