Sabtu, 23 Maret 2013

ANALISIS JURNAL COMPARISON OF THE BREASTFEEDING PATTERNS OF MOTHERS WHO DELIVERED THEIR BABIES PER VAGINA AND VIA CESAREAN SECTION : AN OBSERVATIONAL STUDY USING THE LATCH BREASTFEEDING

Masuk ke stase maternitas selama 4,5 minggu. 3,5 minggu harus dihabiskan di RSUD Banyumas dan 1 minggu di RSUP Sardjito. Salah satu tugas distase Maternitas adalah analisis jurnal. Setelah memilih-milih dari banyak jurnal maternitas lalu dikonsulkan dan akhirnya jurnal yang berjudul "“Comparison of the breastfeeding patterns of mothers who delivered their babies per vagina and via cesarean section: An observational study using the LATCH breastfeeding charting system oleh Havva Cakmak (Kent Hospital Neonatal Unit, Izmir, Turkey), Sema Kuguoglu (Pediatric Nursing Department, Marmara University College of Nursing, Istanbul, Turkey)" yang terpilih.
Ini sebagian review dari analisis jurnal tersebut : 
     Ibu yang melahirkan melalui operasi caesar terkadang menyusui bayinya dalam posisi yang kurang nyaman dan bayi menjadi tidak puas dalam menyusu dan mereka cenderung menunda untuk memulai menyusui karena adanya efek anestesi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya depresi perilaku yang disebabkan oleh kerja analgesik, terutama dalam kasus dimana interval dosis dari analgesik yang pendek, akan mengakibatkan tertundanya proses menyusui oleh ibu akibat ketidaknyamanan. Ibu terkadang menghadapi kesulitan, perasaan lelah, sulit tidur, dan masalah lain dalam hal menyusui.
Data dari riset kesehatan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa pada umumnya inisiasi menyusi dini pada bayi di Turki tertunda. 54% bayi menyusui dalam 1 jam pertama setelah lahir. Alasan inisiasi menyusui itu selambat-lambatnya dalam 2 jam pertama dalam studi ini adalah karena bayi yang diambil sebagai subjek penelitian adalah bayi sehat, staf rumah sakit unit neonatal adalah staf yang sensitif terhadap manfaat pemberian ASI, dan fakta bahwa rumah sakit sendiri adalah rumah sakit yang dicalonkan sebagai rumah sakit yang ramah terhadap bayi dan menjadi kandidat yang diusulkan WHO menjadi rumah sakit yang fasilitasnya menunjang dalam keberhasilan menyusui.
      Jensen et al. (1995) mengembangkan konsep dan sistem evaluasi LATCH ketika mereka menyadari bahwa dalam studi mereka para ibu tidak mengetahui teknik menyusui yang benar dan bahwa penilaian yang dilakukan oleh perawat menyusui tidak sepenuhnya menjelaskan dan mengklasifikasikan masalah yang harus ditangani. Dengan sistem LATCH, perawat dapat menilai variabel ibu dan bayi, menentukan kebutuhan untuk intervensi, dan mengatur prioritas untuk perawatan pasien dan instruksi yang harus dilaksanakan. 
    Dalam penelitian ini, penilaian Sistem Charting LATCH dari ibu yang melahirkan melalui pervaginam dan dengan operasi caesar menunjukkan bahwa rata-rata tercatat titik untuk pertama, kedua dan ketiga pada sesi menyusui menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam mendukung ibu yang telah melahirkan secara pervaginam. Beberapa literatur menunjukkan bahwa kelahiran melalui operasi caesar banyak memberikan dampak negatif dan mempengaruhi keberhasilan dalam menyusui. Ibu yang melahirkan secara pervaginam memiliki skor total yang menyusui lebih tinggi dari ibu yang mengalami kelahiran sesar.


nah, kalau masih penasaran dengan isi jurnalnya mulai dari tujuan, metodologi, partisipan, sampai dengan pembahasannya silahkan cari jurnal tersebut dan dibaca sendiri :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar